Kamis, 06 Desember 2012

Penyakit Kuning Pada Bayi - Kenali Penyebabnya



Penyakit kuning pada bayi semakin sering kita dengar dibanding pada masa ibu2 kita melahirkan kita dulu. Penyebabnya adalah terjadi
peningkatan kadar bilirubin di dalam darah penderita.

Bilirubin adalah suatu hasil pemecahan sel darah merah (eritrosit). Eritrosit hidup selama 120 hari di dalam tubuh kita, setelah itu eritrosit akan pecah. Pada keadaan normal bilirubin tersebut akan berikatan dengan protein (albumin) dan dibawa ke hati untuk dikonjugasikan/digabungkan dengan enzim hati untuk menghilangkan efek racunnya.

Bilirubin yang telah dikonjugasi di dalam hati tersebut akan dibawa ke usus. Sebagian besar dibuang melalui tinja dan sebagian kecil kembali masuk ke dalam hati dalam keadaan tidak dikonjugasi, dan di hati akan dikonjugasi kembali dan demikian seterusnya.

Pada keadaan yang tidak biasa terjadi peningkatan bilirubin di dalam penderita. Peningkatan ini dapat terjadi pada bilirubin yang belum dikonjugasi, namun juga bisa terjadi pada bilirubin yang telah dikonjugasi. Peningkatan bilirubin yang belum di konjugasi (efek racunnya belum hilang), pada kadar tinggi dapat menyebabkan pengendapan bilirubin tersebut di sel-sel otak yang mengakibatkan terjadinya kejang-kejang berat. Akhirnya, dapat menyebabkan kematian atau bila sembuh akan meninggalkan gejala sisi berupa keterbelakangan mental, lumpuh, dsb.


Untuk menghindari gejala-gejala berat yang diakibatkan peningkatan bilirubin yang tidak dikonjugasi di dalam darah, maka harus dilakukan transfusi darah.

Ada sejumlah hal yang membuat hal ini bisa terjadi, misalnya:

1. Jika golongan darah ibu dan bayi tidak sesuai. Dalam dunia kedokteran keadaan ini dikenal sebagai ABO incompatibility. Pada keadaan ini golongan darah ibu O, sedangkan bayinya golongan A atau B. Atau pada ibu yang bergolongan darah Rhesus negatif, sedangkan golongan darah bayi Rhesus positif atau biasa dikenal dengan Anti Rhc.

2. Kurangnya enzim Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) enzim yang berada di dinding sel darah merah yang berfungsi menjaga keutuhan dinding sel darah menjadi mudah pecah sehingga terjadi peningkatan bilirubin.

3. Penyakit bawaan atau turunan. Ada beberapa penyakit bawaan atau turunan menyebabkan gangguan pada proses konjugasi bilirubin di hati. Penyakit-penyakit tersebut, antara lain adalah sindrom Crigler Najjar dan sindrom Gilbert.

Yang terjadi pada anak kami adalah di point no.1. Lahir jam 4 pagi,dan jam 10 kami harus segera mencari darah di PMI karena akan segera di lakukan transfusi tukar.

Tidak mudah mencari darah pada waktu itu, dikarenakan hari pertama Hari Raya Idul Fitri dan persyaratan darah yg dibutuhkan juga ada spesifikasi khususnya. Operasi sempat tertahan 2 hari menunggu ketersediaan darah.

Alhamdulillah semua ujian dilalui dengan dengan baik, Nad tumbuh sehat, cerdas dan cantik. Semoga apa yg kami alami bisa menjadi bahan informasi yg bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar